Manusia boleh pandai setinggi langit, selama dia tidak menulis
akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. 
Menulis adalah bekerja untuk keabadian -Pramoedya Ananta Toer-

buih di lautan luas

Click here to edit subtitle

Blog

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 2014

Posted by herdhika ayu on November 25, 2014 at 7:05 PM

Untuk para guru-guru seluruh Indonesia yang telah mendedikasikan hidupnya di dunia mengajar selama bertahun-tahun tanpa kenal lelah dan pamrih.

 

Buat bapak saya yang juga guru Matematika (dulu)

 

Buat bapak teman saya Meidya Laksmi Ariyanti yang juga berprofesi guru

 

Dan teman-teman saya yang sudah jadi guru atau calon guru

 

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 2014 :)

Dalam renungan hujan sore ini , terlintaslah di pikiran saya kenangan tentang para guru-guru saya dari TK sampai SMA yang sampai sekarang tidak bisa saya lupakan. Tapi ini semua kebanyakan pengakuan dosa saya kepada guru-guru tercinta saya, hehe. Maafkan saya pak, bu. Semoga bapak ibu selalu sehat, lancar dan sukses dimanapun bapak ibu guru berada. Terimakasih atas segala ilmu, nasehat, canda tawa yang bapak ibu berikan kepada saya, mungkin hanya Tuhan yang bisa membalas jasa-jasa bapak ibu semua.

 

This story for you , my lovely teachers ;)

1. Dulu saat saya duduk di sekolah dasar (SD) saya punya guru favorit bernama pak Narto (sekarang sudah almarhum :( , semoga tenang di alam sana ya pak), mungkin tidak hanya saya saja yang memfavoritkan beliau, tapi hampir semua anak menyukai pak Narto, kalau dulu ada award buat Favourite Teacher pasti deh pak Narto menang karena banyaknya fans yang pasti memilih beliau. Beliau adalah guru IPA yang sabar dan lucu, pintar menggambar, membuat patung dan pokoknya kesenian beliau jago banget. Hampir semua patung hiasan di SD saya hasil kreasi dari pak Narto, dan beliau sama sekali nggak pernah marah walaupun murid-muridnya nakal.

 

Ada cerita mengesankan dengan pak Narto yang masih tertempel erat di otak saya sampai sekarang. Ceritanya begini, suatu ketika ada persami (perkemahan sabtu minggu) di SD saya, dan kebetulan pak Narto adalah salah satu pembimbing pramuka sekolah kami. Kebetulan konon dulunya SD saya bekas bangunan Belanda jadi cerita horror yang beredar di kalangan anak-anak gaul SD banyak banget, hantu ini dan hantu itu. Saat itu waktunya sholat maghrib, saya dan adik kelas saya mau wudhu. Tempat wudhu ada di belakang sekolah, dekat warung yang udah tutup dan searah sama kamar mandi sekolah yang horror sekali. Kok ya kebetulan juga di belakang sekolah nggak ada lampu, lampu hanya ada di lorong kelas satu (satu-satunya jalan yang terang menuju tempat wudhu, kalau jalan lain harus lewat halaman sekolah yang luas dan gelap ;). Jadi lewatlah saya dengan adik kelas saya di lorong kelas satu menuju tempat wudhu, dengan pakaian lengkap pramuka plus topi. Sesampainya di tempat wudhu, terlihatlah sebuah bayangan yang sedang membungkuk, lalu kran air menyala di dekat bayangan gelap itu. Kami tidak bisa melihat dengan jelas siapa bayangan itu, namun yang terlintas di pikiran saya adalah film-film horror yang pernah saya tonton di TV , adik kelas saya mengamit lengan saya dengan erat karena saking takutnya. Saya beranikan tanya dengan badan gemetar anak SD , “Siapa itu?,”. Namun bayangan itu tidak menjawab, membuat saya semakin penasaran lalu mendekati bayangan itu. Di pikiran anak kecil saya waktu itu masa ada hantu lagi wudhu. Adik kelas saya tetap diam di tempat dan berusaha mencegah saya, namun saya semakin berani untuk maju mendekati bayangan itu. Saya lepas topi pramuka saya , lalu saya pukulkan ke bokong (maaf) bayangan itu dengan keras sambil berteriak “Hayo, kamu siapa!,”. Bayangan itu tetap diam, membuat saya semakin takut lalu mundur beberapa langkah. Lalu air kran mati. Bayangan itu mendekati saya, saya semakin mundur, namun saya kira bayangan gelap itu akan menuju ke saya ternyata berbelok ke lorong kelas satu, menuju cahaya, dan terlihatlah pak Narto berseragam lengkap pramuka dengan air wudhu yang masih basah di badan senyam senyum kepada kami berdua yang masih berdiri ketakutan di tempat wudhu, menertawakan kami berdua. Oh betapa malunya saya waktu itu mengetahui bahwa yang saya pukul dengan topi pramuka adalah pak Narto guru saya sendiri, jelas saya beliau diam saja karena sedang wudhu mana boleh bicara. Dengan malu saya minta maaf pada pak Narto dengan diiringi tawa dari adik kelas saya itu. Hehehehehe, maafkan saya ya pak Narto :D

 

Saat menginjak kelas 6 (kalau tidak salah), kami mendapat kabar mengejutkan dari kepala sekolah bahwa pak Narto akan pindah tugas mengajar dan sekolah akan mengadakan upacara perpisahan di lapangan. Tibalah dinyanyikan himne guru, tangis saya dan teman-teman perempuan meledak, kami menangis karena harus berpisah dengan pak Narto guru favorit kami. Tangis kami tetap bertahan saat dinyanyikan lagu pramuka berjudul Sayonara. Upacara perpisahan ditutup dengan beberapa patah kata dan ucapan perpisahan dari pak Narto. Jujur saya sedih sekali waktu itu, saya sayang sekali dengan guru IPA saya itu, dan berat rasanya untuk berpisah walaupun mungkin bisa bertemu kembali, namun rasa rindu diajar IPA dan kesenian dengan pak Narto yang mungkin tidak bisa tergantikan dengan guru manapun saat itu.

 

Terimakasih pak Narto untuk segala ilmu, nasehat dan canda tawa bapak yang saya masih ingat sampai sekarang. Semoga amal bapak diterima di sisi-Nya, maafkan saya pak tidak bisa mengantar ke tempat peristirahatan terakhir bapak waktu itu. Terimakasih ya pak, senyum pak Narto akan selamanya terkenang dalam hati anak-anak didik bapak :)

 

2. Kemudian saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Madiun. Di SMP banyak sekali guru yang baik-baik walaupun tidak begitu dekat sekali. Bu Yolanda namanya, guru IPS baru kami saat itu. Saya lupa saat itu pelajaran geografi atau sejarah ya, saya duduk di kelas 9 SMP dan susunan tempat duduk saat itu adalah berkelompok, bukan duduk berpasangan atau sendiri-sendiri. Hari itu kelompok saya mendapat duduk paling belakang. Saya dan Mei, sahabat saya ngantuk sekali waktu itu, terlintaslah pikiran saya buat sedikit nakal karena catatan saya baik baik semua selama ini (ceilah), saya iseng-iseng menggambar kotak-kotak untuk dijadikan papan ular tangga dan kami membuat dadu dari kertas sobekan buku tulis. Bermainlah kami ular tangga di belakang kelas namun tetap dalam keadaan duduk layaknya mendengarkan pelajaran. Dadu dilempar dengan pelan agar tidak berisik, kami senyam-senyum karena saking asiknya. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, bu Yolanda mencurigai kami yang kadang-kadang menunduk ke bawah karena melempar dadu sehingga dipanggillah saya ke depan.

 

Waduh malunya saat itu, saya udah pasrah deh kalau misalnya dihukum. Saya kan ga pernah nakal kalau dihukum pasti malu banget (hehe). Malu diliatin temen-temen sekelas yang mungkin ketawa-ketiwi diatas penderitaan kami. Ditanyalah saya oleh bu Yolanda kami sedang apa, saya jawab jujur kalau sedang main ular tangga. Bu Yolanda menanyakan mengapa kami bermain saat beliau sedang menjelaskan, saya jawab jujur bahwa kami bosan dan ngantuk. Saya pasrah dan siap menerima hukuman (oya lucunya yang dipanggil saya aja, Mei tetap duduk di tempat (-__-‘;)). Dengan menekuk muka saya kebawah , saya berkata maaf dan menyesal. Saya siap dihukum. Daaaaan….ternyata bu Yolanda nggak marah lho, saya speechless saat itu, terharu dan merasa berterimakasih sekali, saya pikir saya pasti dikasih tugas atau masuk BK. Bu Yolanda hanya menasehati saya agar tidak mengulanginya dan bilang kalau ngantuk lebih baik cuci muka saja.

 

Oh bu Yolanda, terimakasih banyak bu sudah mau memaafkan saya dan dikasih bonus nasehat pula. Saya langsung salim dan mengucapkan terimakasih dan maaf berkali-kali pada beliau kala itu. Hihi makasih bu Yolanda dan maaf ya bu :D

 

3. Tibalah saya duduk di SMA, saya masuk SMA N 2 Madiun, salah satu SMA favorit di kota pecel saat itu (sekarang masih favorit dong , hohoho). Saya duduk di kelas X-D, kami menyebut kelas kami “Semongko Community” (lupa ni nama allay dulu dapat darimana ya :D), kelas pojok deket koperasi dan kantin sekolah (asikk kalau guru belum masuk bisa jajan di kantin dulu, hihi). Kami punya guru fisika yang oke banget deh, galak dan tegas banget sama muridnya, susah banget dapat nilai bagus, nilai 60an keatas yang masih kategori remidi itu aja uda cumlaude di kelas saya yang diraih oleh anak-anak olimpiade dan bintang kelas, hahaha. Dan topik yang susah sekali saat itu adalah vector, entah mengapa materi itu susah sekali masuk ke kepala kami semua, . Sampai-sampai kelas kami bikin band kelas bernama “Vector Never Die” saking terkenangnya dengan pelajaran fisika. Vector Never Die berpretasi loh di ajang band satu sekolah dapat juara 3, hehe berkat keajaiban vector fisika kali ya :D, dan saya minta maaf kepada bapak guru Fisika saya saat itu karena kami walaupun dijelaskan berkali masih nggak mudeng aja hehe, baru mudeng setelah kelas XII karena mau UNAS :D

 

4. Ada satu guru yang kayak motivator, mungkin kalau sekarang mirip pak Mario Teguh, saat itu belum musim bapak Mario Teguh “Golden Ways”-nya itu, jadi belum booming kata motivator di kalangan SMA saat itu. Nama bapak guru tersebut adalah pak Yoyok, guru Bahasa Inggris kesayangan kami semua, ngajarnya asik, banyak guyon, santai dan memotivasi banget buat murid-muridnya agar exchange keluar negeri. Saya paling inget dengan pak Yoyok yang memuji kelas XD karena punya tempat sampah berjumlah dua (ditulisin tempat sampah kering dan basah), dan itu satu-satunya dari sekian banyak kelas di sekolah kami yang punya dua tempat sampah, itu kebijakan saya sebagai ketua kelas saat itu (hahaha, ini narsis banget deh), padahal sebenarnya percuma juga karena waktu dibuang ke tempat sampah besar jadi tercampur lagi walaupun udah dibeda-bedakan begitu (hiks, sedih).

 

Oya pak Yoyok itu semangat sekali kalau cerita tentang luar negeri, beliau pernah exchange ke Australia saat beliau muda dulu dan kalau ada tamu bule ke sekolah kami pasti pak Yoyok jadi garda terdepan sebagai penyambut (hore..we love you pak Yoyok :D). Karena semangat beliau lah yang memotivasi saya sampai kuliah ini untuk tetap percaya bahwa mimpi saya buat sekolah ke luar negeri tetap menyala , walaupun dulu pas SMA gagal lolos AFS (hiks :( mungkin belum rejeki), sampai lulus kuliah saya masih membawa semangat pak Yoyok untuk tetap semangat bahwa suatu saat nanti mimpi saya buat exchange atau riset ke luar negeri bisa terkabul (Amin, kalau Allah mengijinkan dan meridhoi).

 

Makasih banget pak Yoyok untuk ilmu dan motivasi2 bapak, semoga bapak selalu sehat dan sukses karirnya sebagai guru yang merupakan profesi mulia tiada tara. Loves you, pak Yoyok

 

Itulah sekelumit cerita-cerita saya tentang guru-guru saya yang hebat-hebat dan berkesan sampai sekarang.

 

Bagi saya seorang guru adalah profesi mulia sekali, para pahlawan tanpa tanda jasa seperti mereka lah yang amalnya tanpa putus-putus sampai hari kiamat nanti karena ilmu yang mereka ajarkan tersebut, insya Allah, Amin.

 

Terimakasih para bapak ibu guru saya

 

Terimakasih bapak ibu guru seluruh Indonesia

 

Jayalah selalu guru Indonesia

 

Sekali lagi,

 

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 2014

:)

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments