Manusia boleh pandai setinggi langit, selama dia tidak menulis
akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. 
Menulis adalah bekerja untuk keabadian -Pramoedya Ananta Toer-

buih di lautan luas

Click here to edit subtitle

Blog

Melupakan dan Memaafkan Masa Lalu

Posted by herdhika ayu on November 17, 2014 at 12:10 AM

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit hati, entah karena hubungan dengan orang yang dikasihinya berakhir, karena ucapan orang lain yang menyakiti hati kita, cinta yang tidak terbalas, bertemu dan berhubungan dengan orang yang menurut kita baik namun ternyata hanya memanfaatkan kita dan bentuk sakit hati lainnya.

Dulu saat saya masih remaja menuju dewasa atau SMA, jujur saya menerapkan metode benci dan menghindar dari orang yang telah menyakiti kita. Menghapus namanya dalam kontak, unfriend orang tersebut dari semua media social saya dan lain sebagainya (hehe, pengakuan dosa). Kemudian usia saya mulai menanjak ke kepala dua, hihi, dan saya sakit hati lagi pada orang yang sama, yang dulu pernah nyakitin saya juga. Dan kali ini saya mau pake cara lain, cara ikhlas dan menerima. Saya nggak menghapus kontak dia lagi dan tetap menjadi “friend” dia di media social walaupun saya harus ngelus dada karena seperti merasakan “nyut-nyut” dan nyeri kalau melihat dia masuk timeline atau home saya. Tapi harus saya hadapi, memang sakit dan jauh lebih susah memakai cara ini daripada cara yang dulu tapi menurut pemikiran saya cara tersebut jauh lebih elegan dan bijak. Kecuali daftar kontak bbm ya, saya merasa bbm adalah hal lebih pribadi dibandingkan media social lain dan saya lebih suka bila daftar kontak bbm saya berisi orang-orang yang saya sukai saja (hehe, nanti deh kalau uda bener-bener sembuh saya add kontak bbm dia lagi dan minta maaf untuk yang ini). Kembali ke cara yang lebih elegan dan bijak dalam menghadapi atau “membenci” orang lain, karena saya sudah pernah pakai cara membenci ekstrim, saya nggak mau pake cara itu lagi karena menurut saya toh saya tetap kembali jatuh ke kesalahan yang sama kedua kalinya dan menimbulkan penyakit hati juga terlebih lagi kedua kalinya sakit hati itu lukanya lebih dalam daripada yang sebelumnya (hehe curhat dikit).

Saya mau menghadapi dia dengan cara yang lebih elegan dan santun walaupun saya harus menelan pil pahit, menarik nafas panjang dan berusaha mengulas senyum untuk berhadapan dengannya, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dengan tetap melakukan perbuatan baik walaupun udah pernah sakit hati. Yang harus kita lakukan adalah menerima kenyataan yang sedang kita hadapi sekarang, misalnya menerima bahwa memang sesuatu tersebut belum bisa menjadi milik kita atau menerima ya kita harus mengalami hal ini kembali padahal sudah pernah mengalaminya tapi itu menunjukkan pada saya bahwa Tuhan ingin menguji saya apakah saya lebih baik dalam menyelesaikan masalah yang sama kedua kalinya. Dan saya ingin membuktikan kepada Tuhan bahwa saya bisa lebih baik dalam menyelesaikan masalah ini, bahwa Tuhan tidak sia-sia menguji saya kembali, insya Allah.

Susah ya? Memang susah dan berat, terkadang saya goyah juga untuk kembali membenci, namun saya selalu ingat bahwa kenyataan ini harus saya terima dengan lapang dada, justru ini akan menjadi ladang amal bagi saya kalau saya dengan berani dan benar melewatinya. Saya akan terus mendoakan dia agar dia menyadari kesalahannya, agar dia bisa keluar dari zona dan keadaannya sekarang, karena saya tahu dia adalah salah satu orang baik yang pernah mengisi hidup saya dan pernah berbuat baik pada saya. Saya berdoa semoga kalau memang Tuhan masih mempertemukan kita kembali, kamu sudah jauh lebih baik dan berubah, dan aku juga akan berubah dalam menyikapi hubungan kita. Aku berhak bahagia dan aku ingin kamu bahagia. Karena Tuhan tahu jalan yang terbaik untuk kita sekarang adalah jalan yang kita tempuh sekarang ini. Semoga dimanapun kamu berada kamu selalu diberi petunjuk oleh Tuhan agar kamu tetap dalam koridor yang benar. Ini caraku menyanyangimu walau kamu mungkin belum bisa memahami dan aku percaya ini cara Tuhan menyayangi kita.

Semoga cara lain yang aku gunakan ini akan memberikan hasil yang berbeda di masa yang akan datang, mungkin hasilnya tidak bisa dipetik langsung sekarang namun aku percaya bila kita berbuat baik maka kebaikan pulalah yang akan kita dapat. Amin

 

Kita pernah dihempaskan cinta, dijatuhkan kenangan, disayat luka masa lalu. tapi kita bisa jatuh cinta kembali. dan bahagia lebih baik lagi. @aksaratua

Saya mengutip salah satu quote yang bagus dari picture Instagram teman saya, begini kalimatnya :

 

Aku hampir saja lupa…
Kamu milik-Nya, bukan milikku sepenuhnya
Aku…hampir saja lupa
Tuhan yang mengatur dengan siapa kita berjodoh
Tetapi dalam doaku aku masih terus menyebut namamu
Jika Tuhan tidak mengizinkan, dan jika waktu tidak lagi mempertemukan kita,
Terimakasih telah singgah
Selebihnya, biar Tuhan yang menulis cerita kita, entah di kertas yang sama atau tidak


7 November 2014

 


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments